Jenis tinta digital printing cukup beragam. Anda bisa menggunakannya sesuai dengan kebutuhan, harga, dan kualitas cetakan.
9 Jenis Tinta Digital Printing
Setiap jenis tinta memiliki fungsi yang berbeda-beda. Selain itu, masing-masing tinta juga memiliki kekurangan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar tinta digital printing yang biasa digunakan.
1. Tinta Pigment
Tinta pigment tersusun dari bahan berwarna yang memiliki partikel kecil. Karena spesifikasinya inilah, tinta pigment bisa menempel pada lapisan kertas dan tidak menyerap ke dalam kertas.
Cetakan dengan jenis tinta ini menghasilkan kualitas yang baik. Bahkan, bisa bertahan hingga bertahun-tahun.
2. Tinta Dye
Hasil cetakan dengan tinta dye, tidak bertahan lama. Apalagi jika terpapar sinar matahari atau terkena air.
Jenis tinta ini cenderung bersifat cair dan memiliki warna lebih cerah. Umumnya, tinta dye digunakan untuk cetakan indoor.
3. Tinta Solvent
Tinta solvent terbuat dari bahan campuran resin dan pigment. Supaya kondisi tinta tetap cair, bisa Anda tambahkan pelarut. Ketika pengaplikasian tinta solvent ke media cetak, pelarut tersebut akan menguap dengan sendirinya.
4. Tinta Acid
Tinta acid adalah jenis tinta digital printing khusus. Pengaplikasian tinta ini pada media kain seperti nilon, wol, dan sutera. Sayangnya, tinta acid tidak cocok pada kain berbahan rayon dan katun.
5. Tinta Latex
Tinta latex adalah jenis tinta yang memiliki bahan dasar air. Karena kandungan airnya, tinta latex lebih ramah lingkungan.
Meskipun berbahan dasar air, tinta ini memiliki ketahanan yang baik. Tidak mudah luntur karena terkena air maupun paparan sinar matahari. Selain itu, dapat menempel pada beragam media.
6. Tinta Eco Solvent
Sama halnya dengan tinta latex, tinta eco solvent juga ramah lingkungan. Tinta eco solvent lebih cocok digunakan pada mesin indoor daripada mesin outdoor. Tidak hanya kualitasnya saja yang sudah terjamin, tinta ini tidak memiliki bau atau aroma menyengat.
7. Tinta Reaktif
Tinta reaktif lebih banyak digunakan pada industri tekstil maupun garmen. Jenis tinta ini mempunyai zat warna yang bisa diaplikasikan ke media kain seperti kain linen, rayon, nilon, dan bahan selulosa lainnya.
8. Tinta Disperse
Jenis tinta yang satu ini, paling banyak digunakan pada media berbahan rayon, polyester, lycra, hingga acrylic. Penggunaan tinta ini bisa langsung ke media kain, kemudian dipanaskan. Hal ini karena sifatnya yang tidak bisa ditransfer menggunakan kertas transfer.
9. Tinta UV
Hasil cetakan tinta ini kering matang karena mendapatkan bantuan lampu ultra violet. Proses UV menggunakan polimerisasi dari monomer saat tinta cetak terpapar sinar UV.
Monomer UV memiliki kemampuan untuk menyerap energi UV karena adanya sensitizer yang selanjutnya dapat menyebabkan proses polimerisasi pada monomer tersebut.
Itulah tadi informasi seputar jenis tinta digital printing beserta fungsinya. Penggunaan jenis-jenis tinta ini bisa berdasarkan kebutuhan dan keinginan.